Dear, Samuel

ninegust©2017

cast’s Samuel with Donna | genre’s AU fluff | rate general | length ficlet

Samuel hanyalah pemuda yang ingin merasakan belas kasih penuh dan merasakan bagaimana hangatnya kasih sayang.


Nyatanya terkaan yang diajukan Samuel berapa detik lalu terbukti akurat, kini dunia tengah menerima tangisan dari atas langit dengan lapang dada –tapi sepertinya sebagian penduduknya tidak–. Setelah dua jam awan berkontraksi, mengajak kawan lantas menguggah warna kelabu mengerikan bersama sambaran kilat yang berlalu-lalang. Nampaknya ringisan dalam sanubari yang dirasakan pemuda bergaris Kim tersebut disambut baik oleh sang mentari. Maka dari itu, semesta nampaknya berserah diri dan memilih untuk ikut berduka cita dalam dekapan rintihan bisu milik Samuel.

Ia menyesap americanonya dengan hikmat tanpa lupa tentang apa yangmengundang kedua tungkainya untuk menjelajahi lagi kafe klasik ini. Tanggal yang sama dimana laki-laki manis itu menemukan sesosok dara cantik jelita nan menggemaskan dengan beribu kebahagiaan sampai-sampai ia lupa diri, bahwa kebahagiaan sekarib dengan kesedihan. Dan pengalaman paling pahit Samuel sadari saat semuanya menghilang, saat semuanya telah raib dan tak lagi dapat dirasakan pandang maupun telapak tangan.

Lelaki itu tersenyum pahit, agaknya seperti dengan segelas karton kopi yang ia pesan dua puluh menit lalu. Samuel itu laki-laki perasa, ia tahu betul perasaan wanita, tapi ia tak paham betul tentang seberapa pilu yang menerjang bila sang pujaan justru memilih hengkang dan mengucap selamat tinggal. Tidak, Samuel tidak pernah kecewa, apalagi masalah Tuhan. Kalau-kalau yang mendahuluinya adalah Justin si anak kurang ajar yang biasanya mengganggu para wanita, ia pasti akan bertindak; melempar cincin saturnus lalu menendangnya ke galaksi bima sakti misalnya. Tapi jikalau Tuhan yang nyatanya adalah pengendali kehidupan, pemuda itu tak mampu, jangankan menentang, mengeluh saja rasanya ia tak pantas.

Samuel hanyalah pemuda yang ingin merasakan belas kasih penuh dan merasakan bagaimana hangatnya kasih sayang. Ia lelah dipermainkan, ia jenuh disandingkan dengan kesedihan, ia terlalu lama terkukung dalam keputusasaan. Andaikan bibir ini bisa memulai unjuk rasa, ia akan melakukannya jauh-jauh hari, tapi menurutnya diam adalah jawaban terbaik daripada harus berurusan dengan insan-insan yang tak paham arti cinta.

Sapuan pada tulang pipi sangat terasa menenangkan datang bersama intonasi gamang yang merambat memasuki daun telinga. Samuel terkesiap pada sosok gadis yang tengah berbagi tissue dengannya. Impresinya tertutup kembali, lantas ia mengajukan tanya dalam hati yang disambut halus dengan sang gadis,

“Aku juga sama, aku juga sesedih itu, tapi itu tak akan berubah, lebih lagi kau selalu berada disini, bersila sambil terus memimpikan hal itu terjadi lagi.”

Donna benar, sudah terlalu lamban untuk menyesal, pun terlalu klise untuk menyadari bawasanya waktu berjalan. Dan Samuel tak mau terjebak pada buaian waktu untuk kedua kalinya, maka dari itu ia memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dan beralih ke dunia baru untuk mengerti poin-poin kehidupan. Semua cinta seperti itu, kalau kau belum merasakan sakitnya berada dalam suatu hubungan, entah dipermainkan atau yang lebih buruk ditinggalkan, berarti kau belum tau bagai mana rasanya memperjuangkan. Betul, cinta itu butuh korban sebagai tumbal agar salah satunya menyadari apa artinya kehilangan.

Mulai saat ini dan kedepannya, Samuel bertekad untuk menendang jauh-jauh genre menyedihkan dalam hidup; baik kehilangan dan yang meninggalkan, ia akan menghapus semuanya, dan menjadikan mereka sebagai pembalajaran kelak di masa depan.

sampai jumpa kenangan,

dan selamat datang masa depan,

jangan pernah bosan untuk menghapus airmataku.

Mungkin aku memang semanja ini,

tapi percayalah, aku mencintaimu Donna-ya.

FIN

21:21

SUMPAH W GATAU BIKIN APAAN SUMPAH GILA

GILA INI

APAAPAAN

PLIS JANGAN BAYANGKAN INI GUANLIN

ANAK BANGSUL ITU TAK MUNGKIN SEHIKMAT INI

WKKWKWKWKW

jadi sebenernya mau bilang, Samuel, kalo kamu gapunya nama julukan wink boy, atau center, atau apa, gausah kecewa karena fans yang aseligabutuh itu. Butuhnya dekapan hangat minhyun /pulang sin/

biarin, diatas genrenya fluff mang enak:p

-tiaa-

Iklan

Satu respons untuk “Dear, Samuel

  1. SUBHANALLAH

    OKE MULAI

    PERTAMA, kamu bikin karakter Donna seakan pedofil ya naaaaak pedofil dekgem2 dan sebangsanya; pemuda2 yang baru puber udah dikenalin sama yang namanya cinta, apalagi si Samuel belom2 udah kena tikung Justin. HA HA HA KURANG BANGSUL APA COBA? IYA YANG NULIS BANGSUL ABIS /slapped/

    KEDUA, duh Gusti kula😭😭😭 aku cuma bisa tertohok aja ya plis, cerita ini mengandung poin2 kehidupan bahwa cinta itu tak hanya berpihak pada orang yang sanggup menggapainya, bukan itu! Orang serapuh dd muel pun juga merasakan cinta, tapi apa plez……….sehebat itukah getaran pilu di hatinya saat ditinggal sosok Donna? HEH YA EMANG DONNA PEDOFIL /lempar meja/

    KETIGA, THE BEST SENTENCE EVER NIH: “Betul, cinta itu butuh korban sebagai tumbal agar salah satunya menyadari apa artinya kehilangan.” WHOAAAAA GIVE APPLAUSE TO SINTIA PULAU DEWATAAAA!!!!🌹🌹🌹🌹👍🏻👍🏻👍🏻 jadi gini toh ya, jadi gini, tumbalnya dd muel yang unyu munyu? KAMU TEGA!

    Terakhir, itu kenapa Donna nongol pas mau ending? Kayak jelangkung aja? Datang tak dijemput pulang tak diantar :”)) dah emang gut job banget tia ini yhaaaaaa

    AKAN KUBALAS

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s