From, Guanlin

lai-guanlin

special fic to thehunlulu

ninegust©2017


Nampaknya tak ada yang lebih membahagiakan selain secercah senyum hangat yang ditampilkan Donna Kim, sang pujaan hati yang sangat suka sekali merangkai kalimat sepanjang gerbong kereta itu selalu sukses membuat detak jantung Guanlin membeludak sampai bisa mengalahkan kecepatan Marquez dalam pertandingan moto gp-nya.

Entah jin jenis apa yang tengah menggerayangi jiwa Donna pagi ini, gadis itu telah berhasil menemukan senyumannya kembali sejak tiga ratus lima puluh tahun –ralat, seminggu lamanya hilang dari peredaran. Tapi sumpah demi buku fisika yang kosong melopong, Guanlin mengakui kekasihnya itu manisnya bukan main. Sungguh, bahkan nalar lelaki yang memiliki fantasi tinggi tentang wanita-wanita cantik tak bisa menandingi keorisinilan gadis Kim yang cerah ceria seperti ini.

“Hai gadis manis, sendiri saja” rangkul Guanlin sambil mencecah pipi gembung milik Donna.

Tidak bisa dipungkiri begitu lucunya ekspresi sang gadis ketika berusaha menjaga keseimbangannya yang hampir raib akibat badan besar Guanlin yang tiba-tiba menerjangnya dari belakang. Ia mendengus sebal, lantas menyilangkan kedua tangan di depan dada “Sejak kapan kau disana?”

Pemuda Lai itu mengendikkan bahu, “Sejak kau turun ke bumi, aku sudah berada di dekatmu” ujarnya kemudian, sembari mengerling, jemarinya tak luput dari surai kecokelatan milik sang dara. Tak ada penolakan, kini keduanya sama-sama berjalan beriringan menghiraukan tatapan tajam dari kaum hawa serta adam yang tengah bersorak-sorak memintanya mundur dari jabatan sebagai pemilik hati si gadis bernama Donna.

Kalau sudah begini, jangankan mengacuhkan teman-teman seangkatan atau satu sekolahnya, mengabaikan dunia pun dapat dilakukan oleh Guanlin kalau sang kekasih justru bisa semanis ini setiap hari. Pemandangan yang agaknya langka ini membuat sang pemilik iris hitam legam itu kesusahan untuk melepas pandangan menggodanya.

“Rencana pertamamu saat keluar dari sekolah nanti apa, Don?” pertanyaan itu diajukan oleh Guanlin, ia menimang-nimang lalu maniknya berkobar sekon kemudian. Kepalanya menoleh lalu Donna mengacungkan telunjuk sebagai tanda akan ditemukannya ide cemerlang dalam benak.

“Aku akan sekolah diluar negeri, mendapat beasiswa, lalu menikah” ucapnya lalu kembali melangkah, sudah hampir menggapai angka empat dari jingkat pertamanya Donna menoleh lantas mengajukan pertanyaan sama pada Guanlin yang masih terdiam sambil menggendong tas merahnya, “Kalau kau bagaimana?”

“Tadinya sih aku ingin menikahimu dulu, lalu kita tinggal diluar negeri, kau menyelesaikan kuliahmu, dan aku bekerja disana. Tapi nampaknya, hatimu tak selaras denganku, jadi yasudahlah~”

“Jadi kau akan menyerah begitu saja?” Sinar yang mengitari wajah Donna redup sekon kemudian, “Kalau begitu cari wanita lain saja sana! Jangan pernah kembali padaku, aku tidak akan menerima lamaranmu, pergi!”

Ah, selamat tinggal Donna yang bersinar, dan ucapkan selamat datang kembali pada Donna yang sempat hilang beberapa juta sekon lalu.

 

FIN

HALO DONNA

INI KEJUTAN KEDUA WKWKKWKWKW

SENENG GA

22:19

SELESAI

BYE

untuk mom dan dif, nyusul ya ayaflu

-tiaa-

 

Iklan

Satu respons untuk “From, Guanlin

  1. GILAAAAA GILAAAAAAAAAA

    INI MAH APA YA

    RACUN PADA MALAM HARI!!!

    AYAFLU SANGAT LAH PADA YANG NULIS—RALAT, PADA GUANLIN—YANG DENGAN LIHAINYA NGEGOMBAL, ATAU NGERAYU? DENGAN PORSI DAN TASTE YANG SANGAT AMAT ENGGAK RECEH /digebuk tia/

    YA ALLAH….UNTUNG BESOK LIBUR, UNTUNG BESOK BISA LEHA LEHA DI RUMAH…………AKU BISA SEPUASNYA MENGHAJAR TIA DALAM EDISI DENDAM2AN SEGALA TETEK BENGEK INI :”)

    Guanlinnnnn yaampunnnnn udah tiaaa cukup cukup aku nggak mau berfantasi terlalu tinggi, takut sakit kalo dia enggak debuuutt😭😭😭😭

    Btw makasih ficnya yaa!!! Awesome naaak! Keep writing! Cuuus baca si Samuel yhaaa❤️❤️

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s