To: Seongwoo

fikcxop

related: Dear, Seongwoo

ninegust©2017

thanks to thehunlulu for the adorable poster

cast’s Seongwoo with Tia | genre’s AU fluff romance slight!comedy | rate T | length ficlet


-1-

Tungkai jenjang milik gadis bersurai hitam legam itu berjengit, matanya mengendar mencari eksistensi seorang pemuda yang sempat membuatnya gundah gulana selama tujuh hari tujuh malam. Akibat kejadian yang tak diduga-duga seminggu yang lalu, membuat Tia mengurung diri untuk mengetahui kabar dari sang pujaan hati. Namun seperti yang kalian lihat, gadis itu bahkan tak sampai hati untuk berlama-lama mengacuhkan presensi Ong Seungwoo.

Salah satu kakinya menghentak bumi, dirundung kesal akibat Seungwoo yang tak kunjung menunjukkan batang hidungnya dalam kurun waktu tiga puluh menit. Tia mendengus sebal, lantas menyerah begitu melihat ujung jarum jam tangannya telah menunjuk pukul sepuluh lewat tiga puluh menit: waktunya istirahat selesai. Setelahnya, ia berbalik badan guna mengambil langkah menuju kelas namun sosok lelaki jangkung dengan paras bertanya-tanya berhasil membuatnya pijakannya saat ini terambau.

Tia membatu, kerongkongannya tercekat kemudian. “Sedang mencari aku ya?” Ucap sang pemuda tersebut, gelagat tubuhnya menyiratkan kegugupan. Oh jangankan bahasa tubuhnya, suaranya pun nampak parau tadi saat menyapa si gadis. Berusaha tetap hangat seperti sebelumnya, Seungwoo berusaha tersenyum lekas berucap kembali, “Soal diarymu, aku minta—“

“Tidak kak! Tidak usah minta maaf, harusnya aku yang mengucapkan kata-kata itu karena sudah memukulmu dan —aku akan kembali ke kelas”

Tia mengambil seribu langkah menjauh, namun nampaknya hati dan logikanya sedang tak bersahabat kali ini. Salahkan Seungwoo yang tak perasa sehingga membuatnya harus berusaha melawan keinginan untuk menoleh kembali lantas mengucap selamat bertemu kembali nanti.

“Hei, Tia Jung!”

Ah benar-benar memalukan.

Aku harus segera pergi dari sini.

“Berhenti disitu”

Ah, sial.

Lagi-lagi vokal Seungwoo lah yang membuat kedua tungkainya berhenti menentang hati. Tanpa berbelik arah, gadis itu masih dalam posisinya, menanti-nanti apa sekiranya yang akan diucapkan pemuda Ong itu.

“Besok, jam tiga sore, apa jadwalmu lenggang?”

Demi kerang ajaib yang tak menuruti perintah Squidward! Tanpa diduga-duga gadis itu memekik dari tempatnya, lalu memutus distansi yang membatasi keduanya, “Apa—-“

“—-Kita akan berkencan kak?”

-2-

Seungwoo mengembangkan senyumnya begitu melihat pantulan diri dalam cermin besar. Tak ayal dirinya membuka bilik lemari, maniknya menelusuri tiap-tiap isi yang tersedia di dalamnya. Kakinya menghentak-hentak, seirama dengan alunan musik klasik yang mengarungi gendang telinga Seungwoo dengan hangat, sekaligus menjadi latar atas kegiatannya pagi ini: memilah-milih baju yang sekiranya pas untuk dipakai bakal kencan sore nanti. Degup jantung merambat bersamaan dengan pipi yang mulai bersemu merah. Gila, Suengwoo sudah gila sepertinya, hari ini, besok, dan seterusnya.

Ah, ini terlalu mencolok.

terlalu kaku, seperti Jonghyun.

Tidak, ini lebih cocok untuk bermain bersama Daniel.

Bukan, aku pasti akan diprotes Woojin kalau memakai mode acak seperti ini.

tidak

ehm, tidak

huh, tidak!

Demi suara Jaehwan yang memukau, bantulah diriku Hwang Minhyun!

“Apa aku harusnya menyerah saja ya?”

Seungwoo melempar diri pada dekapan ranjang king size, ia menatap kosong pada langit-langit kamar tidurnya. Ia mengacak rambut dengan frustasi, lalu menendang-nendang udara sebagai aktivitas selanjutnya. Obsidian miliknya menyambut presensi Sam yang muncul dari daun pintu, dengan malas. Si anjing kesayangan yang masih berjalan dengan tertatih-tatih itu masuk tanpa permisi, kaki-kakinya meraih-raih tuxedo yang terkapar pada sisi kiri ranjang.

Pemuda Ong itu menautkan kedua alisnya, “Haruskah?”

-3-

Gadis tersebut memantuk-mantukkan jemarinya pada meja putih pualam sambil berseru-seru dalam hati. Ia berusaha mengobservasi kembali jam yang melekat pada dinding abu-abu restoran cepat saji ini. Sempat muncul berbagai rasio negatif perihal Ong Seungwoo yang mengajukan invitasi kencan padanya kemarin siang di lapangan indoor sekolah. Namun tak dapat pungkiri bahwa dirinya senang bukan main. Bahkan degup jantung yang menjerit-jerit sejak angkat kaki dari sekolah kemarin, masih kuasa tertangkap oleh telinganya sendiri.

Kedua manik Tia tertuju pada sepasang sepatu sandal berwarna pink pastel yang —jujur saja baru ia beli kemarin malam— tengah mendekap pada telapak kakinya dengan manis. Ia sempat mengaduh akibat corak polkadot yang terlihat menjijikan, sekedar informasi saja: Tia lebih suka berpakaian simpel dengan sepatu kets sebagai rekan hari-harinya. Tapi, demi cinta yang sudah memupuk dalam dada, tak ada lagi hal yang dapat ia tampik demi membuat Seungwoo takjub.

Denting bel membuat gadis itu kembali memanggul paras, benar saja figur yang ditunggu-tunggu kehadirannya berhasil tertangkap netra dengan tampilan menggugah selera. Tampan, dengan tuxedo hitam serta celana levis berwarna biru pudar. Sosoknya membayang dalam iris hitam milik gadis Jung itu dengan apik. Sangat-amat-menakjubkan, batinnya lagi. Kalau sudah begini, tanpa berpikir panjang, ia mungkin sudah mengajukan permintaan surat untuk membawanya ke pelaminan, ugh, sayangnya Tia ini wanita, jadi ia harus tetap menjaga imejnya dengan sangat baik, tentu saja.

Hatinya mencelos, setelah itu dirinya membalas senyum yang terpatri diwajah Seungwoo. Rasa canggung merambat seiring langkah yang diambil si pemuda untuk mendekat.  Tak ada konversasi yang mendukung keduanya untuk saling bercakap lebih lama, selain: sudah lama menunggu? atau kau terlihat cantik. Bobotnya memang terlihat berbeda, namun efeknya rupanya setimpal: sama-sama membuat Tia hampir membiarkan jantungnya loncat dari dalam tubuh, sama-sama sukses membuat pipinya bersemu bagai perkarangan bunga mawar milik neneknya.

Keduanya —baik Seungwoo maupun Tia kini saling tertawa hambar tanpa sebab pasti. Yang jelas, terlihat sekali bahwa dua sejoli —yang sama-sama melandaskan kasih sayang dalam dada— itu bahagia bukan main. Fakta yang bilang bahwa Seungwoo tidak bisa memperlakukan wanita dengan baik itu benar, namun ia acap kali menang. Menang untuk mendapat hati para wanita yang merasa nyaman pada senyum manis serta kadar humor yang selalu sukses membuat setiap insan tergelak.

Tia bukanlah sosok wanita yang menginginkan teman hidupnya dengan keterampilan juga keadaan muluk. Ia tidak membutuhkan sosok lelaki yang dapat membayar bill makannya, pun sosok yang dapat membelikannya karangan bunga disetiap merayakan hari jadi nanti, apalagi sosok yang berusaha untuk selalu ada ditiap-tiap harinya. Tia hanya perlu sosok lelaki dengan kebahagiaan yang dapat membuat hatinya sedikit lebih tenang, yang membuat dirinya nyaman berada dalam dekapan hangat miliknya, yang akan menuntunnya menjadi sosok lebih baik kedepannya.

Karena menurut gadis itu, selain untuk jatuh cinta kepada Ong Seungwoo itu mudah sekali dengan hanya melihat senyum manis yang terpatri hangat dalam parasnya dapat membuatmu jatuh berkali-kali dalam jurang hati yang sama. Ong Seungwoo juga mempunyai kepribadian hangat yang membuatnya merasa nyaman, bahkan ketika ia tak pantas bersanding bersama seperti detik ini misalnya.

“Aku mungkin tak pandai berbasa-basi, aku juga tak mau banyak berjanji, kalau begitu aku langsung saja ke inti. Aku mencintaimu, dan tetaplah bersamaku disini, setidaknya aku bisa lebih tenang karena kau kini telah menyandang status sebagai kekasih, jadi aku bisa melayangkan bogem pada siapa saja yang berani melandaskan sesenti saja telapak tangan pada bagian tubuhmu, dan aku juga sudah bisa berbangga diri karena senyum yang selalu dinanti-nanti akan seutuhnya menjadi milikku mulai detik ini”

“Would you be mine, Tia?”

FIN

BYE

GUA SAMA SEUNGWOO MAU NIKAH

SAMPAI JUMPA DIPELAMINAN

SINTIA X SEUNGWOO

21:42

-tiaa-

Iklan

2 respons untuk ‘To: Seongwoo

  1. WOW WOW WOW WOW

    INGIN MENGADUH

    INGIN MENCELAT

    INGIN MERINGKUK

    INGIN MENANGIS

    DI PELUKAN

    GUANLIN TERSAYANG!

    BHAY TIA JUNG HA HA HA, BISA BANGET IH GILAAAAA, AKU SUKA DIALOG “Kita mau kencan, Kak?” ITU LUCU ABISS, AKU MEMVISUALISASIKAN SI TIA ADALAH GADIS POLOS NAN LUGU YANG TANYA KAYA GITU KE KAKAK KELAS SEKEREN SEONGWOO—OKE DIA SEKELAS SAMA DUDE HERLINO KAYANYA—WOW GUT JOB YA!

    “Demi suara Jaehwan yang memukau, bantulah diriku Hwang Minhyun!” Ini sebuah opini penulis demi menyalurkan jiwa fangirlingnya atau memang Seongwoo bersabda dalam hati nih? Kok janggal banget kayaknya :))

    Daaaan AKU SUKAAAA ITU SI SEONGWOO PAKE TUXEDO ASTAGAAA, KALIAN UDAH JADIAN YAK YAK YAK AKU BAHAGYAAA!! DONNA SELAKU KREATOR TIA JUNG INGIN MEMBERITAHU BAHWA SAYA AGAK KURANG SETUJU KARENA SEONGWOO COCOKNYA SAMA DONNA BHAY.

    AYAFLUUUUU

    SUKAK BANGETTTTT❤️❤️❤️

    Suka

  2. WIS LAHH SINN… SAK SAK MU.. TERSERAH SEONGWOO AREP DIAPAKNO.. WISSS.. BAWA SANA BAWAA!!!! :3 YA LORD, WIS JADIAN AE CAH INI… :’)))

    Selamat atas perasaan yang terbalaskan. DAN BAYANGIN SI SEONGWOO PAKE TUXEDO, GA KUAD :’))) AKU SUKA AKU SUKA. Bayanginnya kaya pas perform sorry sorry masa :V.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s