Glass & Birthday Cake


Glass & Birthday Cake


Oh tidak, Alice bisa gila kalau begini.

special fic for thehunlulu


Buku-buku jarinya meraih-raih gelas dengan susah payah, sementara itu jentiknya berjinjit agar mempermudah dirinya untuk menggaet benda tujuan. Namun nampaknya tak merubah keadaan, Alice kini mengerti kenapa tinggi badan penting untuk keselarasan hidup, seperti hal-hal ini saja pernyataan angka yang menjengkelkan itu seolah mengejek Alice yang kini sudah menyerah dan memilih mengambil kursi penyanggah di dekat kamar mandi utama.

Hari ini agaknya sangat menyebalkan, bagaimana tidak tugas yang sudah ia kerjakan tujuh hari tujuh malam justru dibiarkan terbengkalai dan dipaksa ditunda untuk minggu depan, setelahnya gaji yang haruskan sampai dalam genggaman tangannya hari ini juga ditunda beberapa hari lagi. Dan –

“Seharusnya aku tidak membuat ini –ah merepotkan saja!”

-penampakan kue bolu yang setangah hangus melebur dalam pandangannya. Lagi-lagi ia gagal, sekarang Alice makan apa? Bahan-bahan sudah tertumpuk di dalam kue cacat ini. Ia menghembuskan napas, dilihatnya arah jarum jam yang sudah menunjuk pukul sebelas malam. Sementara itu, perutnya melonglong kelaparan minta diberi subsidi secukupnya sekarang juga.

Ia frustasi, ibu dan ayah sedang berada diluar kota: ayah mengadakan rapat dadakan dan ibu menemaninya. Sedangkan sang adik menginap di rumah Justin yang berada di daerah blok E, kira-kira bisa mengambil waktu dua puluh lima menit bila ia merelakan tungkainya untuk berkelakar demi membujuk sang adik pulang. Oh demi winnie the pooh yabg suka memakan madu, Samuel itu memang anak yang tak tahu diuntung masa iya dia merelakan kakaknya yang perempuan dan masih belia ini sendirian mengurus rumah sementara ia dengan sekonyong-konyong berlari meninggalkan tanggung jawabnya demi melihat pes baru keluaran 2017 milik Justin.

Oh tidak, Alice bisa gila kalau begini.

Dilihatnya ponsel yang berderit tiga kali, menampilkan notifikasi pesan masuk dari nomor yang menjadikan waktunya berharga berang sedetik dua detik. Siapa lagi presensi yang ia jadikan secercah harapan begitu opsi-opsi diatas justru tidak memungkinkan?

Deringan nada ponsel mengaduh sempat membuat Alice tergelak sebentar dan berakhir mengucap rasa syukur, “Halo?” Kurva lengkung menghiasi wajahnya, celemek yang masih melekat dalam tubuh dibiarkan menggelantung sementara beberapa helai rambut yang berdandan tepung ia biarkan mengguntai begitu saja.

Bokongnya ia dudukan disofa merah, masa bodoh dengan sumpah serapah ibunya yang melarang siapa saja menjejakan tubuh sebelum bersih seutuhnya di sofa keramat ini. “Ya, aku masih dirumah, bagaimana perlombaan baseballnya kau berhasil menang?”

Semburat merah muncul seiring konversasi yang berlanjut panjang. Alice mengubah posisinya berapa kali mulai dari telungkup, membiarkan kakinya beradu dengan gravitasi, serta beridiri diatas sofa karena terlalu senang mendengar suara diseberang sana. Sejenak melupakan aksi susah payahnya untuk mengambil sebuah gelas dalam genggaman. Apalagi ketika tahu-tahu rasa haus yang sempat menghantui kerongkongan tandas ketika maniknya berhasil membaca notifikasi dari seorang Park Woojin.

Kini ia mengerti apa yang disebut-sebut sang karib tentang aura magis yang bersidekap dengan sosok Park Woojin. Oh, sihir manis itu sungguh bekerja dan masuk kedalam relung hati yang terdalam milik Seorang Alice Kim.

Bunyi bel mengudara, membuat fokus Alice terpecah. Dengan satu tangan kanan yang masih kosong genggaman ia tarik kenop pintu tanpa basa-basi. Satu sosok tergambar dalam pandang membuat bulu kuduknya berdiri serta merta dengan degup jantung yang berhenti seiring angin malam yang menusuk tulangnya.

“Surprise!”

Park Woojin.

Pemuda itu sedang menggenggam buket bunga srerta berbagai snack yang ditampung dalam kantong plastik hitam. Sementara itu –

“Happy Birthday Alice!” Tutur Woojin kemudian

-Satu presensi lain muncul dibalik semak-semak sambil tersenyum bahagia. Tangannya berusaha menutup mulut susah payah, airmatanya meluncur mulus dari kelopak mata Alice. Ah iya, ia juga sempat melupakan presensi kue hangus yang telah bertengger lama di dapur, juga melupakan sebab mengapa ia sampai bersusah payah membuat adonan kue sampai mengorbankan visualisasinya tercemar.

“Aah aku benci kalian berdua,”

“Lihat itu Kak Woojin, dia menangis huh dasar pecundang” Samuel berjengit, lekas memutus distansi sembari menjaga api yang masih setia menyala diatas kue tart bersimbol 19 tahun. “Ayo cepat tiup lilinnya sebelum aku oleskan pada wajah menjijikanmu itu, ayo”

Alice mengembangkan senyumannya selaras dengan rasa syukur yang terus ia lafalkan dalam dada. Tangannya menangkup serta merta matanya ikut terpejam lalu ia mengucapkan berbagai frasa harapan yang akan dituju nantinya.

“Aku sudah bersyukur mengetahui mereka tidak melupakan hari ini, dan tetap menjaga ayah dan ibuku disana. Semoga diumurku ini aku tetap berada di dalam sisimu, dan selalu bersyukur atas orang-orang yang telah kau kirimkan melalui perasaan tulus kepadaku, aku sangat bahagia”

:::

hehe, berantakan ya?

hehe gapapa lah ya, yang penting HAPPY BIRTHDAY TO PAPA DONNA 💟🍭

Iklan

2 respons untuk ‘Glass & Birthday Cake

  1. TIAAAAAAAA

    AKU MENGGELEPAR

    (Setelah nyabu dan nyuntik bareng si brengsek kim donghyun #YHAAA)

    Unch, aku gabisa mode kalem kok ga akan bisa hahahahhaa itu apa banget endingnya hehehehe makasih dari papakuu😘😘😘

    Unch aku seneng banget akhirnya ada yg debutin Alice hehehehe plus yaampun ada Sam aku jadi baper😭😭 woojin pasti lucu bgt tuh pas tau2 udh di depan pintu sambil cengar cengir ngeliatin gingsulnya huhuhuuuu Donna has been terWoojin-nisasi wkwkwk😂😂

    Nice fic tiaaaah!! Keep writing sayyy😘😘😘

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s