Catatan Athena

ninegust©2017

cast’s Ong Seungwoo ft Athena | genre’s friendship comedy crack AU | rate g | length ficlet

big thanks to gxchoxpie for the poster!


Begini, ku peringati dulu ya, kisah yang ku ceritakan kali ini bukanlah segempal tulisan dengan tokoh utama sepasang kekasih melewati hari-harinya bersama, ataupun cinderella yang sengaja meninggalkan sepatu kacanya karena takut pecah dan melukai telapak kakinya di tengah jalan, bukan juga cerita tentang, bukan juga tentang ikan nemo yang mengarungi laut demi menemukan anaknya di perairan australia. Jadi, jangan menyangka orientasi ini akan menjadi awal yang hangat, karena sebenarnya kisah hidupku tidak terlalu menyenangkan. Apalagi soal akhir yang manis nantinya, karena sesungguhnya aku tidak sebengis itu untuk membiarkan kalian berakhir mengidap penyakit diabetes.

Mula-mula biarkan aku perkenalkan diri, namaku Athena, berasal dari keluarga sederhana dan tidak punya ikatan darah dengan orang yunani. Ya bisa dibilang aku ini buatan asli Korea Selatan, ibu dan ayahku adalah pengusaha kecil-kecilan dan doakan saja status mereka berubah menjadi pasangan sukses. Berbahagialah karena kali ini aku hanya ingin menceritakan sedikit dari banyak cerita tentang teruna muda yang tak tahu diuntung bernama Ong Seungwoo.

Aku tidak tahu bagaimana bisa terjebak dalam ikatan persahabatan dengan lelaki satu itu, yang jelas kita saling mengenal saat baru saja menginjak hari ke tiga puluh tiga di dalam rahim sang ibu. Ya begitulah, kita berkenalan saat baru saja mengalami proses implantasi dimulai. Baiklah, aku tidak mau berba-bi-bu kembali, mari kita mulai.

:::

Kisah pertama berlangsung tujuh puluh dua minggu yang lalu, tepatnya jam delapan lewat tiga puluh pagi. Saat itu aku ingat betul semua teman-temanku sudah bergegas pergi ke lantai dasar lekas menyambut guru Park yang biasanya memulai latihan fisik di lapangan belakang sekolah. Asal kau tahu saja, aku ini sangat lambat dalam hal kebugaran jasmani, maka dari itu aku tidak begitu bersemangat begitu disinggung tentang kebugaran. Aku selalu datang paling terakhir, mendapat skor paling sedikit, serta sering memilih berdiam diri dan memikirkan nasib dibawah pohon ketimbang bermain skipping dengan teman-teman lainnya. Tentu hal itu mendapat teguran dari guru Park tapi aku tak mengambil pusing dan selalu saja melalaikan perintah-perintah yang ia ajukan.

Kembali lagi pada hari itu, ketika aku baru saja sampai dan bersiap diri untuk menerima semburan amarah dari Pak Chanyeol, Ong tiba-tiba mengajukan diri sambil berteriak dengan lantang. “Pak saya-” disitu aku senang bukan main, manikku bahkan berkeling bak memuja-muja si pemuda dengan wajah mini itu, namun saat ia melanjutkan kalimatnya sepertinya aku salah, salah besar. “-ingin izin ke belakang sebentar, saran saja.

Athena sangat suka menari sambil bernyanyi lantang kalau di kamar mandi, itu akan jadi pertunjukan menarik kalau bapak mempersilahkan dirinya membuka konser kecil-kecilan sebagai hukuman perdananya”

:::

Kisah kedua, terjadi dua minggu setelahnya. Saat itu sekolah diliburkan karena ada rapat mendadak dengan kepala yayasan, jadi aku sengaja bertamu ke rumah Seungwoo yang sejak tiga hari yang lalu tertutup rapat. Memang sih, sepulang neneknya ke alam baka pemuda Ong itu menjadi sedikit tertutup, sudah begitu aku tidak benar – benar melihatnya bermain lagi dengan anak-anak tetangga.

Aku cukup ahli untuk membujuk orang maka dari itu aku memilih mengajak Kang Daniel, si adik kelas yang sangat memuja ku sampai mati katanya. Daniel itu anak yang penurut, dia lucu, dan sangat manis aku hampir saja menerimanya sebagai pasangan kekasih tapi mengingat dia baru menginjak sekolah dasar maka aku urungkan niatku selain itu juga ayahnya adalah seorang jaksa handal, takut-takut aku diancam hukuman penjara karena terlibat kasus pedofilia lebih baik aku fokus belajar untuk meraih cita-cita.

Dengan sekuat tenaga ku ketukan buku-buku jariku ke pintu kamarnya yang berwarna biru terang. “Seungwoo ayo main! Ada Daniel juga loh!” Ujarku selanjutnya, di sambut anggukan semangat dari Daniel. Kendati begitu tidak ada sahutan dari dalam kamar meski aku sudah sekeras mungkin memanggil namanya dari luar. Tanpa aba-aba laki-laki disampingku ini menghardiknya dengan ajakan pesta, “Kak Seungwoo hari minggu aku akan mengadakan pesta, datang ya??”

Aku tidak terlalu yakin itu akan memberi efek besar bagi Seungwoo. Tapi dengan percaya diri Daniel membusungkan dadanya, lekas aku mendengar suara gesekan kunci dari dalam sana. Perlahan kenop pintu bergeser dan kepala Seungwoo menyumbuk di sela-selanya. “Maaf aku tidak sanggup berdansa dengan kucing-kucing peliharaannya.”

:::

Yang ketiga berlangsung tiga hari yang lalu, dan hampir membuatku termotivasi membuat grup pembenci Ong Seungwoo garis keras akibatnya. Sore itu aku dengan dirinya selesai dari kedai eskrim terdekat dan mampir di taman kota sebagai penutup senja. Saat kita berjalan beriringan hendak kembali ke rumah, Seungwoo banyak bercerita tentang bagaimana susahnya menjadi orang dewasa, seberapa rindunya ia pada masa-masa kecil dahulu. Tentu saja aku ikut terbawa, bahkan aku sempat cemburu pada anak-anak yang belum terambil kepolosannya. Canda tawa mengalun seiring matahari mulai tenggelam.

Belum lama sejak langkah ke tiga puluh tiga kami ambil, Seungwoo menyuruhku berhenti dan berdiri ditempat masing-masing. Ia bergulir lekas membungkuk di depanku yang masih perlu mencerna beberapa hal yang tengah terpatri di depan mata. Eskrim buah rasa melon milikku hampir saja jatuh jika aku belum menyadari bahwa Seungwoo tengah mengikat tali sepatuku yang entah sejak kapan lepas begitu saja. Jangan harap jantungku bertalu-talu lekas pipiku bersemu merah dan musik klasik mengalun sebagai pengiring rasa. Tidak, aku tidak sekotor itu untuk menyukai pemuda asal rahim ibunya bernama lengkap Ong Seungwoo ini, tidak.

“Selesai!”

Seungwoo lekas tersenyum lebar, membuat matanya tenggelam diantara kedua pelipisnya. Dengan tatap heran aku menginterupsi pergerakannya, ia berjalan terlebih dahulu lekas bersiul riang karena kesenangan. Ia menghadap kebelakang lekas memberi isyarat padaku untuk menyusul langkahnya kembali. Namun saat aku baru saja ingin merajut langkah ketiga puluh empat tubuhku rasanya sangat ringan, bahkan aku sempat menyangka aku ini mempunyai sayap tapi-

Brugh!

-ternyata itu hanyalah tutorial untuk jatuh cantik mencium tanah.

Untungnya aku memakai celana jeans tebal jadi kedua lututku tidak menjadi korban karena lebih dulu jatuh. Sementara Seungwoo berguling-guling dengan kelakarnya yang besar, aku makin tidak habis pikir tentang otak Seungwoo yang nampaknya kehilangan seperempatnya kini. Aku mengambil napas dalam ketika manikku tak sengaja menangkap kedua tali sepatu dari sisi kanan maulun kiri disatukan menjadi sedimikian rupa.

“Lihat saja setelah ini ku doakan anjing yang kau adopsi itu masuk rumah sakit! Ingat itu Ong Seungwoo!”

Ya aku hanya main-main saat mengatakan hal itu, tapi entah kenapa besoknya Sam yang didaulat menjadi anjing kesayangannya dilarikan ke rumah sakit akibat tak sengaja menelan kunci gembok diary adik kelas bernama Calestia Jung. Yakin seratus persen kini Seungwoo dilanda gundah; entah harus senang hati atau berduka cita. Karena katanya si pemilik diary itu jatuh cinta padanya. Huh, setelah membaca kisah ini ku janjikan si Tia-tia itu meminta maaf pada alam semesta karena sudah menjatuhkan kata cinta pada pribadi Ong Seungwoo.

Segitu saja ya,

Aku pamit!

-fin

 

WKAKWKAKAKAKKAKAKA

sumpah ini apaan dah mau ngelucu tapi ga lancar ya gitu, maaf ya Seungwoo kamu dinistain, dan yang belum baca dear seungwoo buatan thehunlulu ayo segera dibaca untuk kelanjutan cerita ini kyaaaa!!!

-love, tia xx.

Iklan

3 thoughts on “Catatan Athena

  1. sejatinya ong adalah pria tampan DENGAN SEGUDANG KEGRESEKAN YA
    plis kalo gini caranya pengen karungin ong terus buang ke samudra pasifik ga sih MUSNAH AJA KAMU ONG SANA PERGI HUSH HUSH
    mbak athena… saya tanya.. sbnrnya kamu betah ga sahabatan sama dia? betah ga deket dia lama2?
    huft….
    BUT TETEP AJA SINCE THIS IS ONG SEONGWOO BAWAANNYA TTP SAYANG YHA GIMANA YHA ADUH
    nice fic tia (jung) ^^

    Suka

  2. BANGSUL ANJAY HAHAHAHAHAHA SEPANJANG JALAN KENANGAN—EH SALAH, CERITA MAKSUDNYA—GABISA BERENTI KETAWA SERIUS TIA HAHAHAHA ADUH SAVAGE SEKALI KAMU NIE AKU GAMAU SOK SOKAN JAIM DAH SERIUS GABISA DIKECILIN INI VOLUME KETAWAKU HAHAHAHAHA XD

    kamu bilang ini webe?

    q galiat q pake hetset.

    “Ya bisa dibilang aku ini buatan asli Korea Selatan.” < pengen kusembur pake air kolam lele kamu rasanya tia 😦 terus kenapa juga itu namanya Calestia Jung astaga kamu pintar memanipulasi keadaan emang ya huft!

    dah segitu aja.

    makasih.

    Suka

  3. saya bertanya-tanya, apa Sinta lagi dalam mode savage abis ya?? :’))) hmm

    SERIUS, BACA SAMBIL SENYUM-SENYUM, ya sejatinya selera humor saya sangat receh, tapi mau ngakak ada ibu, tar malah dikatain ini itu.

    hmmm sin tambah tambahin aja ke gesrekannya, buat sampe dakuh sesak ga bisa napas ketawa ga henti henti sampe menitikkan bulir bening /ga/

    oke sekian dari saya ❤ nice sin ❤❤❤

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s